Apa itu Vaksin dan Sejarahnya

Apa Itu Vaksin
Apa itu vaksin? Perlu diketahui, vaksin secara istilah berasal dari kata vaccinia. Vaccinia ini merupakan penyebab infeksi cacar sapi yang akan memberikan pengaruh kebal terhadap cacar ketika diaplikasikan ke manusia.

Vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk memberikan efek kekebalan tubuh pada manusia terhadap penyakit yang diakibatkan oleh virus. Vaksin berguna untuk mempertahankan diri dari serangan bakteri, virus dan toksin dengan memperkuat sistem imun tubuh. Vaksin juga bisa membantu tubuh melawan sel-sel kanker.

Biasanya vaksin ini dimasukkan kedalam tubuh lewat suntikan dan lewat mulut yang bermanfaat untuk merangsang antibodi tubuh untuk melawan bakteri yang masuk. Pada dasarnya, vaksin digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh secara alamiah untuk mempertahankan diri dari virus dan bakteri yang menyerang.

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) vaksin merupakan bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan, kemudian digunakan untuk vaksinasi.

Ada berbagai macam vaksin untuk berbagai penyakit seperti vaksin DT untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus, vaksin polio, campak, hepatitis B, dan masih banyak lagi.

Pemberian vaksin campak pada anak-anak menurunkan resiko kematian akibat penyakit campak hingga 71 persen. Dalam suatu laporan statistik, vaksin telah membantu menyelamatkan anak-anak lebih dari 2 juta jiwa.  Vaksin juga berhasil mengurangi jumlah kasus rubella, difteri, gondok tetanus dan pertusis hingga 98 persen di amerika.

Jenis-jenis vaksin
Berdasar cara pembuatan dan bahanya, terdapat beberapa jenis yakni :
1.      live attenuated vaccine
Live attenuated vaccine merupakan jenis vaksin yang dibuat dari bakteri yang masih hidup kemudian dilemahkan. Contohnya vaksin polio (Sabin),vaksin MMR, TBCM cacar air, campak, gondongan, dan demam tifoid.
2.       inactivated vaccine,
inactive vaccine dibuat dari bakteri atau virus yang telah dimatikan dengan bantuan zat kimia seperti formaldehid, atau bisa juga dengan cara dipanaskan. Contohnya vaksin rabies, polio, influenza, pneunomia peumokokal, dan sebagainya.
3.      Vaksin toksosid
Vaksin ini dibuat dari bakteri yang menyebabkan penyakit dengan memasukkan racun yang dilemahkan kedalam aliran darah. Vaksin ini berfungsi merangsang terbentuknya antibodi antitoksin.
4.      Vaksin acellular dan subnuit
Terbuat dari bagian tertentu virus atau bakteri dengan melakukan kloning gen menggunakan rekomendasi DNA, vaksin vektor virus, dan vaksin antiidoitipe. Contohnya vaksin hepatis B.
5.      Vaksin idiotipe
Vaksin ini berfungsi menghambat pertumbuhan virus dengan memblokir reseptor pre sel b
6.      Vaksin rekombinan
Menggunakan virus sebagai vektor untuk membawa gen sebagai antigen pelindung virus lain. Vaksin ini akan menghasilkan protein virus dengan jumlah besar..
7.      Vaksin DNA
Dalam vaksin DNA, gen tertentu dari mikroba di klon kedalam plasmid. Vaksin ini berdasar pada isolasi DNA mikroba yang mengandung anti gen patogen.

Sejarah vaksin
Dalam sejarahnya, vaksin efektif untuk melawan penyakit infeksi. Bisa juga terjadi, pemberian vaksin tidak menimbulkan reaksi apapun. Hal ini terjadi karena faktor-faktor klinis seperti penyakit HIV, penderita diabetes, penggunaan steroid, dan sebagainya.

Pada tahun 1958 , di Amerika terjadi kasus tampek sebanyak 763.094 , tetapi yang meninggal hanya 552 orang saja. Setelah memakai vaksin baru, jumlah kasus kemudian menurun hingga hanya terjadi 150 kasus per tahunya. Di awal tahun 2008, ada 64 kasus tampek yang 54 penderita mendapatkan penyakitnya dari luar amerika. Hanya 13 persen saja yang benar-benar terjangkit di amerika.  63 dari 64 penderita tampek tersebut  belum pernah di vaksinasi tampek sebelumnya.


Untuk mendapatkan hasil secara maksimal, vaksinasi hendaknya diberikan sedini mungkin mulai dari bayi baru lahir. Vaksinasi tidak hanya diberikan pada manusia, hewan juga mendapatkan vaksinasi untuk mencegah hewan terjangkiti penyakit tertentu, misalnya vaksinasi yang diberikan pada anjing,kucing, sapi dan hewan peliharaan lain. Pemberian vaksinasi pada hewan ternak bertujuan untuk mengurangi resiko kerugian jika hewan ternaknya terkena penyakit menular yang mengakibatkan kematian secara massal. Bagaiaman, sudah ada gambaran yang mengenai arti kata vaksin dan seluk beluknya?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa itu Vaksin dan Sejarahnya"

Posting Komentar